Tindak Tegas Pelaku Ilegal Mining di Wilayah Hukum Polres Solsel

Mining
Tim Polres Solok Selatan memasang spanduk imbauan stop ilegal mining.

SOLSEL, ONtime.ID – Upaya penegakan hukum dalam penanggulangan tambang emas ilegal (ilegal mining) terus diperkuat oleh Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan di wilayah hukumnya.

 

Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya dengan pemasangan spanduk imbauan dan larangan ilegal mining pada area-area potensial terjadinya pelanggaran hukum tersebut.

 

“Tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi kita juga melakukan upaya preventif. Polres Solok Selatan telah memasang spanduk- spanduk imbauan di area-area potensial untuk mencegah masuknya alat berat ke lokasi tambang ilegal,” kata Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti Surya Adhi Sabhara saat dikonfirmasi, Rabu (18/9).

 

Arief Mukti menjelaskan, dalam kurun waktu 2022 hingga 2024, kepolisian telah melaksanakan sebanyak tujuh operasi penindakan yang berhasil menyita berbagai peralatan tambang ilegal, meliputi lima unit excavator, hammer, blower, serumi, serta 23 gerondong.

 

Operasi penindakan ini dilakukan di sejumlah lokasi di Kabupaten Solok Selatan, antara lain di Batang Sipotar, Sungai Ligawan, Batang Talantam, dan Sungai Ipuh yang terletak di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

 

“Kami telah menangkap sebanyak 38 orang tersangka. Tersangka terbukti melanggar pasal 158 UUD nomor 4 Tahun 2009 Tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman kurungan penjara 10 tahun dan denda Rp10 miliar,” tutupnya.

 

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif melakukan pengawasan ilegal mining di lingkungannya, pasalnya dampak dari kegiatan ilegal tersebut akan menimbulkan bencana alam, kerusakan lingkungan, hingga pencemaran lingkungan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *